Renungan harian 7 December 2013-HARI RAYA SP MARIA DikaNdung Tanpa Noda

Sabtu, 7 Desember 2013
Pekan ADVEN I
HARI RAYA SP MARIA DikaNdung Tanpa Noda (P)
Pw. St. Ambrosius, UskPujG
Bacaan I : Kej. 3:9–15.20;
Mazmur : 98:1.2–3a.3bc–4; Ef.1:3–6,11–12;
Bacaan Injil : Luk. 1:26–38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ”Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: ”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan
Sejak Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, manusia dan keturunannya tidak pernah bebas dari cengkeraman dosa asal. Namun, Allah Yang Maharahim tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Allah mempersiapkan Perawan Maria sejak dalam kandungan ibunya untuk sebuah rencana agung. Perawan bersahaja itu hidup di sebuah dusun terpencil di Israel. Ia kemudian mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan bagi kita, Sang Immanuel—Allah beserta kita.
”Salam, hai engkau engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertaimu.” Sapaan Malaikat Gabriel ini menggarisbawahi rencana agung Allah atas diri Perawan Maria. Perawan Maria hidup dalam suasana penuh rahmat yang membebaskannya dari kekuasaan dosa. Dalam pribadi yang penuh rahmat ini, Sang Penebus dunia bisa masuk dalam sejarah umat manusia.
Dengan merayakan Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda, kita diingatkan bahwa Allah senantiasa menjadi inisiator pertama untuk menyelamatkan umat manusia. Kita akan disadarkan bahwa Allah bisa hadir dalam diri kita apabila kita berada dalam suasana yang penuh rahmat. Suasana penuh rahmat berarti bebas dari dosa. Jalan satu-satunya untuk membebaskan diri dari dosa adalah bertobat. Marilah kita bertobat, agar pada hari Natal nanti, Sang Immanuel lahir dalam diri kita.
Allah Yang Maharahim, berilah aku rahmat pengampunan agar aku layak menyambut Yesus Putra-Mu dengan hati yang telah dibarui. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: