Renungan Minggu 1 Desember 2013 – Sikap kerendahan hati dan iman

Senin, 2 Desember 2013
Pekan ADVEN I (U)
Sta. Bibiana; B. Maria Angela Astorch;
St. Edmund Campion; St. Robertus Southwell
Bacaan I : Yes. 4:2–6
Mazmur : 122:1–4a.4b–7.8–9; R:1
Bacaan Injil : Mat. 8:5–11

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: ”Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus ber kata kepadanya: ”Aku akan datang menyem buhkan nya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: ”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.”

Renungan
Seorang perwira Romawi yang disebut ‘centurion’ adalah komandan 100 orang tentara dan menjadi tulang punggung dari pasukan. Ia dikenal karena keberanian, dedikasi dan tanggung jawabnya. Sungguh luar biasa bahwa seorang yang berpangkat dan punya jabatan seperti perwira itu menunjukkan perhatian dan bela rasa kepada hambanya yang sakit di rumah. Suatu hal tidak biasa di masyarakat pada waktu itu yang memandang seorang hamba sebagai makhluk rendah dan tidak berharga. Ia mendatangi Yesus dengan penuh kerendahan hati, menanggalkan jabatan dan gengsinya. Ia tidak takut dicemooh oleh kaum sebangsanya karena datang kepada seorang pengkhotbah ”jalanan”. Kerendahan hatinya memungkinkan dia membuka diri untuk mempercayakan segalanya kepada Yesus. Pada waktu yang sama ia menunjukkan suatu iman kuat yang membuat Yesus takjub. ”Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel.”

Kita berterima kasih kepada perwira itu, yang meneladankan kepada kita kerendahan hati dan iman. Ia juga mewariskan ucapan penuh makna, yang kita ulangi setiap kali akan menerima Yesus dalam Komuni kudus: ”Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya …. berkatalah sepatah kata saja maka saya akan sembuh.” Bagi kita, perwira itu menjadi suatu contoh indah dari seorang beriman yang tidak menyombongkan diri.

Tuhan Yesus, tumbuhkanlah senantiasa dalam diriku sikap kerendahan hati dan iman, agar Engkaulah yang memenuhi seluruh hidupku. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: