Renungan harian 30 November 2013- Yesus memilih para Rasul

Sabtu, 30 November 2013
Pekan Biasa XXXIV
Pesta St. Andreas, Rasul (M)
Bacaan I: Rm. 10:9–18
Mazmur: 19:2–3.4–5; R: 5a
Bacaan Injil: Mat. 4:18–22

Ketika Yesus sedang berjalan me nyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Renungan
Hari ini kita merayakan Pesta St. Andreas Rasul. Injil suci menceritakan bagaimana Yesus memanggil kedua belas rasul-Nya, salah satunya adalah Andreas yang sedang bekerja menjala ikan bersama Petrus.

Yesus tidak memilih rasul-rasul-Nya dari kalangan elite agama maupun pejabat masyarakat. Yesus justru memilih orang-orang bisa yang tampaknya berpendidikan rendah, karena mereka hanya seorang nelayan. Yang menarik adalah bagaimana Yesus melatih dan mendidik para rasul-Nya untuk menjaankan suatu tugas yang mulia. Dan harus diakui kaderisasi kepemimpinan yang Yesus lakukan sangatlah berhasil karena Gereja tetap berdiri sampai saat ini dengan jumlah pengikut yang luar biasa.

Cara pendidikan atau kaderisasi yang Yesus lakukan sebenarnya sangatlah sederhana, ikutilah aku! Para murid ”nyantrik”, tinggal bersama Yesus dan mengikuti ke mana pun Yesus pergi. Maka, mereka dengan mudah bisa melihat apa yang dilakukan oleh Yesus secara detail. Para rasul bisa merasakan apa yang Yesus rasakan ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Walaupun tentu saja, kita tidak bisa berkata bahwa para murid mengerti 100% tentang visi dan misi hidup Yesus karena terbukti mereka pun tidak mengerti jalan penderitaan yang harus Yesus alami.

Mari kita belajar seperti St. Andreas dan para murid yang lain, yang meninggalkan kehidupan yang lama dan mengikuti Yesus secara penuh dan menjadi perpanjangan tangan untuk memperluas Kerajaan Allah. Kita belum tentu kaum pandai dan terdidik, namun asalkan kita mau mengikuti Dia dengan sepenuh jiwa dan raga kita, cukuplah itu.

Tuhan, berilah aku rahmat-Mu untuk semakin secara total mengikuti Engkau. Biarlah aku ikut serta menjalankan misi-Mu di dunia ini dengan segala konsekuensinya. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: