Renungan harian 14 November 2013- Kedatangan Kerajaan Allah

Kamis, 14 November 2013
Pekan Biasa XXXII (H)
St. Yosef Maria Pignatelli; Duns Scotus;
St. Nikolaus Tavelic
Bacaan I: Keb. 7:22–8:1
Mazmur: 119:89.90.91.130.135.175; R: 89a
Bacaan Injil: Luk. 17:20–25

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: ”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

Renungan
Beberapa tahun yang lalu, orang dibuat takut dengan ramalan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2012. Namun, ternyata kita masih membaca buku ini sampai hari ini. Banyak orang mencoba menerka-nerka tentang kapan kedatangan hari kiamat, dan mencoba merumuskan tanda-tandanya seperti aneka bencana alam dan perang. Demikianlah juga orang kerap mencoba mencari tahu tentang kedatangan Kerajaan Allah.

Banyak orang sibuk menerjemahkan makna kedatangan Kerajaan Allah dalam arti yang spektakuler, yang dilengkapi dengan tanda-tanda ajaib. Namun, sebenarnya Yesus ingin menegaskan bahwa kehadiran Kerajaan Allah sudah sungguh nyata, yaitu dengan kehadiran Yesus, Putra Allah di tengah-tengah mereka. Kehadiran Yesus ke tengah dunia ini, dengan misi dari Bapa-Nya untuk membebaskan penderitaan manusia, dari sakit, kematian, lapar, dan macam-macam persoalan hidup manusia, merupakan tanda nyata kehadiran Kerajaan Allah.

Tugas hidup kita pengikut Kristus adalah mewujudkan Kerajaan Allah pada zaman ini lewat perbuatan-perbuatan serupa yang Tuhan Yesus telah lakukan. Tentu saja, kita tidak memiliki kemampuan-kemampuan ajaib sebagaimana Yesus, namun kita bisa melakukan banyak hal yang sederhana sebagai wujud kehadiran Allah, seperti: mengunjungi orang sakit dan mendoakannya, melayat mereka yang berduka, melakukan karya kasih untuk orang miskin, dan masih banyak lagi.

Tuhan, bantulah aku untuk mampu menjadi perpanjangan kasih-Mu mewujudkan kehadiran Kerajaan-Mu pada zaman ini melalui perbuatan-perbuatan baikku sehari-hari. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: