Renungan harian 5 November 2013- Bapa menghendaki semua orang masuk dalam pesta perjamuan abadi-Nya.

Selasa, 5 November 2013
Pekan Biasa XXXI (H)
Sta. Elizabeth dan St. Zakarias;
B. Fransiska Amboisa; B. Guido M. Conforti
Bacaan I: Rm. 12:5–16a
Mazmur: 131:1.2.3
Bacaan Injil: Luk. 14:15–24

Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: ”Berbahagia lah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

Renungan
Injil hari ini bercerita tentang seorang tuan yang mengadakan perjamuan dan mengundang semua orang untuk datang, namun banyak orang yang diundang memberikan macam-macam alasan dan tidak mau hadir dalam pesta perjamuan si tuan. Lalu tuan itu marah dan meminta orang-orang miskin dan cacat untuk hadir dan tidak mengizinkan orang-orang yang berdalih itu untuk masuk ke dalam pestanya.

Ini adalah suatu gambaran yang jelas tentang Kerajaan Surga. Bapa menghendaki semua orang masuk dalam pesta perjamuan abadi-Nya. Tamu-tamu undangan yang berdalih itu mengambarkan manusia yang sangat sering menolak undangan Tuhan karena memilih perkara lain yang sepintas lalu secara duniawi sangat penting dan juga menjanjikan kebahagiaan.
Sangatlah benar bahwa di dunia ini kita memiliki banyak perkara yang harus kita selesaikan. Namun, jangan sampai segala urusan duniawi itu justru menjauhkan kita dari Tuhan. Ada banyak orang yang tidak sempat lagi datang Misa mingguan, pertemuan lingkungan, bahkan tidak sempat berdoa pribadi, dengan alasan sibuk ini atau itu. Namun, kita bisa melihat ada orang-orang yang di tengah segala kesibukannya bisa tetap aktif di paroki, lingkungan atau komunitas tertentu, melayani Tuhan dan sesama. Perkara duniawi tidak boleh menjauhkan kita dari Tuhan, sedapat mungkin justru harus kita abdikan untuk semakin menyucikan diri kita.

Doa: Tuhan, maafkan aku bila aku selama ini suka berdalih dan menolak undangan kasih-Mu. Aku ingin hadir dan ikut serta dalam pesta perjamuan abadi bersama-Mu. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: