Renungan harian 4 November 2013-“apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.”

Senin, 4 November 2013
Pekan Biasa XXXI
Pw. St. Karolus Boromeus, Usk;
St. Emerik
Bacaan I: Rm. 11:29–36
Mazmur: 69:30–31.33–34.36–37; R:14cd
Bacaan Injil: Luk. 14:12–14

Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: ”Apabila eng­kau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetang ga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Renungan
Pada suatu hari, ada seorang ibu yang ingin mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke-50. Beberapa temannya mendesak dia untuk mengadakan pesta syukur besar-besaran di restoran mewah dan mahal. Ibu ini merasa ada sesuatu yang menyentuh hatinya karena ia merasa teman-temannya pun sudah terbiasa makan enak di restoran mahal. Ia terinspirasi untuk mengadakan pesta bagi anak-anak di kolong jembatan. Ia undang teman-temannya untuk ikut hadir, namun hanya sedikit yang hadir menemaninya. Namun, ia merasa bahagia.

Ketika kita akan mengadakan suatu pesta apakah itu pesta perkawinan, ulang tahun atau pesta syukur keluarga lainnya, kita biasa membuat suatu daftar undangan, siapa saja yang akan kita undang untuk hadir dalam pesta tersebut. Secara manusiawi, biasanya kita akan mengingat orang-orang penting dan orang-orang terdekat dengan kita. Akan tetapi, hari ini Yesus mengajarkan kepada kita sesuatu yang istimewa. Kalau engkau mengadakan pesta, janganlah undang mereka yang bisa membalas undangan tersebut kepadamu. Undanglah orang miskin dan cacat yang tidak bisa membalasnya kepadamu!

Injil Lukas yang hari ini kita renungkan berada dalam suatu tema besar: ”Siapa yang diselamatkan”. Dengan mengundang mereka yang tidak bisa membalas kepada kita, kita akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan, yaitu keselamatan.

Doa: Tuhan, ajarilah aku untuk berani mengadakan pesta bagi sesama yang terpinggirkan karena status ekonomi maupun keterbatasan fisiknya. Amin. Sumber; Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: