Renungan harian 1 November 2013 -panggilan setiap orang Kristen adalah menjadi kudus!

Jum’at, 1 November 2013
Pekan Biasa XXX (H)
Semua Orang Kudus
Bacaan I : Why 23h1-6
Mazmur : 24:1_4ab,di6
1 Yoh 3: 1-3
Bacaan Injil : Mat. 5:1-12

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Renungan
Ketika Yohanes Paulus II menjadi Paus, seorang wartawan bertanya: Holy Father, mengapa engkau mau dipanggil Holy Father, padahal kau adalah manusia biasa seperti kami? Jawab Paus: jangan takut menjadi kudus, sebab panggilan setiap orang Kristen adalah menjadi kudus!

Ya, menjadi kudus, utuh dan penuh, serta bahagia, itulah panggilan kita, seperti orang-orang kudus, orang-orang berbahagia yang kita rayakan hari ini. Ungkapan-ungkapan Yesus ini bukan hanya menunjukkan siapa saja yang berbahagia dan beruntung tetapi terutama menunjukkan siapakah Allah itu sendiri.

Allah adalah pembela dan pemilik kaum miskin, penghibur, sang mahamurah, dan seterusnya. Allah takkan pernah gagal mengganjari kebaikan setiap ciptaanNya; Allah tak pernah salah dalam menghargai hidup baik yang diupayakan setiap ciptaanNya; Allah tak membiarkan pengurbanan, penderitaan abadi, tetapi akan menggantikannya dengan kemuliaan yang abadi, yang langsung berasal dari tanganNya.

Sumber : Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama

Advertisements
%d bloggers like this: