Renungan harian 31 Oktober 2013-Kebencian membuat manusia buta untuk  melihat kasih Tuhan dan kebaikan-kebaikan sesamanya

Kamis, 31 Oktober 2013
Pekan Biasa XXX (H)
St. Alfonsus Rodriquez
Bacaan I: Rm. 8:31b–39
Mazmur: 109:21–22.26–27.30-31; R:26b
Bacaan Injil: Luk. 13:31–35

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: ”Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Renungan
Manusia bisa menjadi sangat kejam dan jahat kepada sesamanya, saat manusia dipenuhi oleh kebencian. Kebencian membuat manusia buta untuk melihat kasih Tuhan dan kebaikan-kebaikan sesamanya. Kebencian membuat segala yang dilihat menjadi negatif. Kebencian adalah kekuatan yang merusak martabat luhur manusia dari dalam dirinya dan perlahan-lahan kebencian membuat hati manusia menjadi keras dan tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, bahkan sebaliknya kebencian menjadikan dirinya keras dan jahat terhadap sesamanya dan suka menghakimi.

Tuhan Yesus sangat sedih terhadap orang-orang di Yerusalem karena mereka menolak kerinduan Allah untuk bersatu dengan mereka, bahkan sebaliknya mereka memilih hidup yang kacau dan penuh dengan kebencian. Tugas kita sebagai murid-murid Kristus adalah melawan segala macam bentuk kebencian dan kejahatan. Tuhan Yesus akan mendukung dan menguatkan saat kita berjuang melawan kejahatan dan mengupayakan terciptanya kehidupan yang damai. Kesetiaan kita sebagai murid Kristus dapat kita tunjukkan melalui perjuangan kita melawan kejahatan. Ketika kejahatan bisa kita kalahkan maka akan lahir damai dan sukacita dalam hidup ini.

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, Engkau sangat rindu untuk bisa selalu bersamaku. Se moga aku selalu mendengarkan suara-Mu dan datang kepada-Mu. Dengan demikian, Engkau hidup dalam diriku dan mengubah diriku menjadi semakin lebih baik dan ba hagia. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: