Renungan harian 25 Oktober 2013- Orang pandai mengandalkan kecerdasan berdasarkan logika manusia, Namun, orang bijaksana bertindak bukan hanya didasarkan pada kecerdasan tetapi juga berdasarkan pada hati nurani.

Jumat, 25 Oktober 2013
Pekan Biasa XXIX (H)
St. Yohanes Ston; Sta. Margaretha;
St. Gaudensius; St. Krisantus dan Daria

Yesus berkata pula kepada orang banyak: ”Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Renungan
Banyak orang yang dianugerahi kecerdasan dan menghasilkan banyak karya dalam hidupnya, namun sedikit orang yang dapat bersikap bijaksana dalam hidupnya. Orang yang pandai mengandalkan kecerdasan otak sehingga semua hal dipandang berdasarkan logika manusia. Namun, orang bijaksana bertindak bukan hanya didasarkan pada kecerdasan pikiran manusia, tetapi juga berdasarkan pada hati nurani.
Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu melihat ke dalam dirinya, mengevaluasi dan memperbaiki diri sehingga hidupnya menjadi semakin lebih baik. Maka, menjadi bijaksana tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuannya saja, tetapi ia harus berani rendah hati, mengakui segala keterbatasannya dan kemudian berniat untuk memperbaiki diri.
Seorang yang pandai jika tidak disertai dengan sikap rendah hati akan menjadi orang yang sombong. Sebaliknya, orang yang pandai dan memiliki sikap rendah hati akan menjadi orang yang bijaksana. Pada zaman ini sangat dibutuhkan orang yang bijaksana agar dunia tidak menjadi tempat yang menakutkan, tetapi menjadi tempat yang aman dan damai di mana tidak ada lagi permusuhan dan perang serta tidak ada lagi ketidakadilan dan diskriminasi. Semua bisa terwujud jika kita mampu hidup secara bijaksana.
Allah Bapa Yang Mahakasih, aku bersyukur atas segala anugerah yang aku terima. Engkau telah memberikan akal budi dan hati yang membuat aku mengerti kehendak-Mu. Anugerahkanlah Roh Kebijaksanaan agar aku mampu bertindak dengan benar seturut kehendak-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: