Renungan harian 24 Oktober 2013-Mengikuti Kristus adalah panggilan untuk bertobat untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata dan siap untuk menghadapi tantangan.

Renungan Ziarah Batin 2013 (2)
Kamis, 24 Oktober 2013
Pekan Biasa XXIX (H)
St. Antonius Maria Claret; B. Aloisius Guanella
Bacaan I: Rm. 6:19–23
Mazmur: 1:1–4.6; R:40:5a
Bacaan Injil: Luk. 12:49–53

Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

Renungan
Kristus datang untuk semua manusia dan agar semuanya mengalami keselamatan. Saat Kristus datang, muncul pertentangan dari orang-orang yang tidak suka dengan perubahan yang baik dan mereka yang tidak suka dengan Kristus. Hal itu menunjukkan bahwa ternyata tidak semua orang bisa menerima Kristus.

Walaupun penuh dengan tantangan, Tuhan Yesus tetap mengajak para murid untuk mengikuti-Nya. Menjadi murid Kristus adalah sebuah panggilan untuk menjadi saksi-Nya dalam hidup ini. Panggilan, membutuhkan komitmen yang kuat, karena untuk bisa mengikuti Kristus orang harus menyangkal diri dan memanggul salib bersama Kristus. Salah satu salib yang muncul adalah kita siap ditolak dan diasingkan oleh sabahat-sahabat bahkan keluarga kita sendiri.

Menanggapi panggilan Tuhan tidak bisa setengah-setengah. Oleh karena itu, memang perlu bersikap tegas terhadap diri sendiri dalam melawan segala yang buruk, agar bisa mengikuti Kristus. Maka, arti panggilan bagi kita adalah ajakan untuk bertobat dan perubahan diri menuju yang lebih baik. Walaupun banyak yang menentang, kita tetap diutus untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata melalui sikap hidup yang baik di hadapan Allah.

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, menjadi murid-Mu bukan hal yang mudah. Akan banyak tantangan yang kutemui ketika aku harus menjadi saksi-Mu dalam kehidupanku sehari-hari. Kuatkan dan teguhkan kami untuk tetap setia menanggapi panggilanMu dan mampukan aku untuk menjadi tanda kehadiran-Mu bagi setiap orang yang aku jumpai. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: