Renungan harian 20 Oktober 2013- Bagaimana harus berdoa ?

Minggu, 20 Oktober 2013
Pekan Biasa XXIX (H)
Magdalena dr Nagasaki; B. Marie de la Passion;
Sta. Maria Bertilla Boscardin; Sta. Irene dr Portugal
Bacaan I: Kel. 17:8–13
Mazmur: 121:1–2.3–4.5–6.7–8; R:2
Bacaan II: 2Tim. 3:14–4:2
Bacaan Injil: Luk. 18:1–8

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: ”Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: ”Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Renungan
Apa dan mengapa kita berdoa, kita sudah sangat tahu. Namun, yang sulit dan kadang kurang kita pahami adalah bagaimana kita harus berdoa. Hal itu sangat menentukan mutu doa kita. Jika orang berdoa dengan penuh iman dan kerendahan hati, akan berbeda dampaknya jika kita berdoa dengan sikap ragu-ragu atau sombong. Iman adalah dasar hidup rohani dan di atas iman kita membangun relasi dengan Allah. Kita tidak akan pernah kehilangan harapan jika dekat dengan Allah.

Bagaimana agar kita memiliki iman yang kokoh? Iman tidak bisa kita beli dengan uang dan harta benda lainnya. Iman adalah anugerah Allah karena Dia mengasihi kita dan sekaligus adalah jawaban atas anugerah kasih Allah tersebut. Iman tidak akan tumbuh jika kita tidak menjaga dan merawatnya. Sebaliknya, iman akan semakin kuat jika kita selalu mengusahakan diri untuk dekat dengan-Nya. Iman menentukan kualitas doa kita, apabila kita berdoa penuh iman maka Tuhan akan mengabulkan doa-doa kita. Dengan demikian, doa kita pun penuh kuasa ”Aku tahu yang lebih kuat daripada Tuhan: orang yang berdoa,” kata St. Yohanes Maria Vianney, ”Ia membuat Tuhan menyatakan ’ya’ ketika Ia mengatakan tidak!”

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, aku datang kepada-Mu karena Engkaulah Penyelamatku.Dengarkanlah dan kuatkanlah daku. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: