Renungan harian 19 Oktober 2013-“barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni”

Sabtu, 19 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVIII (H)
St. Paulus dr Salib; St. Petrus dr Alkantara;
St. Yohanes de Brebeuf dan Isaac Jogues
Bacaan I: Rm. 4:13.16–18
Mazmur: 105:6–9.42–43; R:8a
Bacaan Injil: Luk. 12:8–12

”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

Renungan
Roh Kudus bekerja menyertai kita. Tanda bahwa Roh Kudus berkerja adalah kita bisa percaya kepada Allah, merasakan kasih Nya dan tahu apa yang baik dan benar sebagai sesuatu yang ingin kita wujudkan.

Roh Kuduslah yang selalu membisikkan, mendorong, dan membuat kita berani melakukan hal-hal yang baik, adil, jujur, bijaksana dan penuh cinta kasih. Bahkan, Roh Kuduslah yang membuat kita bisa berdoa dan memahami kehendak-kehendak Allah. Orang yang menerima Roh Kudus dan menghayati kehadiran-Nya, adalah orang yang tidak hanya memikirkan hal-hal duniawi, tetapi juga hal-hal surgawi. ”Roh” tidak kelihatan wujudnya, tetapi kehadiran-Nya sungguh nyata dalam hidup ini.

Bagaimanakah sikap kita? Bisakah kita merasakan kehadiran-Nya? Kita bisa merasakan kehadiran-Nya jika kita memiliki kesempatan untuk merasakan-Nya. Kalau kita sibuk sendiri dengan urusan duniawi dan tidak menyempatkan untuk memelihara hidup rohani, maka kita menjadi kurang peka dengan kehadiran-Nya. Tantangan zaman ini adalah bagaimana di tengah kesibukan-kesibukan, kita bisa mengkhususkan waktu untuk mendengarkan Sabda Allah, merenungkannya, mendialogkan dalam doa dan mengikuti gerak Roh untuk mewujudkan karya kasih Allah. Semua itu membutuhkan tekad yang kuat. Roh senantiasa menawarkan bantuannya untuk kita. Sekarang tinggal bagaimana kita menanggapi-Nya.

Doa: Allah Roh Kudus, hadirlah selalu dalam diriku yang rapuh ini. Kuatkan dan bim bing lah aku untuk mampu mengenali kehendak-Mu. Agar hidupku selalu berjalan seturut kehendak-Mu. Ingatkanlah aku jika aku mulai goyah dan tariklah aku kembali dalam rengkuhan kasih-Mu. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: