Renungan harian 17 Oktober 2013-“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”

Kamis, 17 Oktober 2013

Peringatan Wajib
St. Ignasius dr Antiokhia
Rm. 3:21-30 atau Flp. 3:17-4:1;
Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6;
Luk. 11:47-54

Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Renungan
Tugas mulia seorang guru adalah menghantar anak didiknya menjadi pandai dan mengembangkan kecerdasan dalam beberapa hal. Boleh dikatakan bahwa guru itu memegang kunci pengetahuan dan kebijaksanaan dan tugasnya adalah membuka pintu hati dan budi anak didiknya. Sungguh hal itu adalah tugas yang sangat mulia.
Yesus mengecam ahli-ahli Taurat pada zamannya yang sengaja menyimpan pengetahuan dan kebijaksanaan Taurat hanya untuk dirinya sendiri. Mereka menghalang-halangi orang lain yang berusaha masuk dalam pengetahuan tersebut. Tentu saja hal semacam itu tidak benar. Orang tidak boleh menjadi egoitis dan ingat diri dalam hal berbagi pengetahuan. Sifat pengetahuan berbeda dengan harta benda material atau uang jika uang atau sesuatu milik yang bersifat material dibagikan kepada orang lain, maka harta atau uang itu akan berkurang. Namun jika pengetahuan dibagikan, justru akan bertambah.

Allah Bapa Yang Mahakasih, dampingilah aku agar mau berbagi dengan sesama dalam kebajikan dan pengetahuan. Amin. Sumber: Berjalan bersama Sang Sabda 2013

Advertisements
%d bloggers like this: