Renungan harian 13 Oktober 2013 – “Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah ?”

Minggu, 13 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVIII (H)
St. Eduardus; Sta. Eustokia; B. Honoratus Kosminski;
B. Aleksandrina Maria da Costa
Bacaan I : 2Raj. 5:14–17
Mazmur : 98:1.2–3ab.3cd–4; R:2b
Bacaan I I : 2Tim. 2:8–13
Bacaan Injil : Luk. 17:11–19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Renungan
Saat berada dalam situasi sulit, kita akan lebih mudah untuk datang kepada Tuhan serta memohon kekuatan dan pertolongan dari-Nya. Namun, setelah kita terbebas dari masalah yang membelenggu, sering orang lupa untuk bersyukur kapada Tuhan. Dengan kata lain, dalam situasi nyaman dan enak kita sering larut dalam kesenangan-kesenangan kita serta melupakan Tuhan.

Tuhan senantiasa mengalirkan kasih dan berkat-Nya kepada manusia, namun sedikit orang yang menyadari semua itu. Jika kita sadar akan segala kebaikan Tuhan, pasti akan mudah bagi kita untuk bersyukur.

Sebaiknya, kita akan sulit bersyukur jika menganggap bahwa segala yang diperoleh dalam hidup ini adalah semata hasil kerja keras diri sendiri, tanpa menyadari bahwa semua yang diterima adalah bukti kasih Allah bagi kita. Dengan bersyukur kita mengakui bahwa peran Allah sungguh nyata dalam kehidupan ini. Dengan mengakui segala campur tangan Tuhan dalam hidup ini, kita menunjukkan kualitas iman yang dalam. Karena semakin kuat iman kita, maka semakin mudah bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan. Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Allah Bapa yang Mahakasih, ajarilah aku untuk selalu mengerti bahwa segala yang baik yang kudapatkan, semuanya karena kemurahan-Mu. Aku mengucap syukur atas segala yang baik yang boleh aku terima. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: