Renungan harian 9 Oktober 2013 – Doa Bapa Kami

Rabu, 9 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVII (H)
Abraham, Bapa Bangsa; St. Yohanes Leonardi; St. Louis Bertrand; St. Innocentius; St. Denis, Rustikus, dan Eleutrius; St. Dionisius Bacaan I: Yun. 4:1–11
Mazmur: 86:3–6.9–10; R:15b
Bacaan Injil: Luk. 11:1–4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: ”Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Renungan
Doa adalah bentuk komunikasi kita dengan Tuhan, di mana kita dapat bersyukur atau memohon. Doa adalah juga sarana pendidikan iman yang efektif. Bagaimana itu bisa terjadi? Ketika kita menghayati isi doa yang kita ucapkan dan Sabda Allah yang kita renungkan, maka doa akan semakin membuat kita dekat dengan Tuhan, sekaligus mengubah hidup kita menjadi semakin lebih baik.

Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada kita agar kita semakin dekat dengan-Nya dan menghayati isi doa itu. Jika kita merenungkan kata-kata yang ada dalam doa Bapa Kami, maka kita akan sadar bahwa hal-hal yang terpenting dalam hidup ini adalah untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan lebih kekal.

Doa Bapa Kami mengajarkan kepada kita bahwa Allah itu dekat, Dia adalah Bapa kita. Doa ini juga nmendorong kita untuk mencari dan mengutamakan kehendak Allah, hidup dengan sederhana dan bersyukur atas apa yang ada. Mengajak untuk rendah hati dan terbuka akan belas kasih Allah, siap membagikan kasih Allah dengan mau mengampuni orang yang bersalah, dan mengajarkan bahwa bersama dengan Dia, kita akan dilindungi dari bahaya dosa dan terhindar dari percobaan.

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, Engkau sangat baik. Aku percaya kepada-Mu dan menye rahkan hidupku dalam tangan-Mu. Hadirlah selalu agar aku berjalan seturut kehendak-Mu. Jauhkanlah segala hal yang bisa menghalangiku untuk bisa mengasihi Engkau dan sesamaku. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: