Renungan harian 5 Oktober 2013-Panggilan sebagai Murid Kristus adalah melayani,Dengan kerendahan hati kita bisa melayani dengan bebas dari segala keinginan untuk mendapat balas jasa atau keinginan untuk memegahkan diri.

Sabtu, 5 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVI (H)
B. Eugenius Bossilkoff; B. Albertus Marvelli;
Sta. Anna Maria Gallo; B. Raymundus dr Kapua
Bacaan I: Bar. 4:5–12.27–29
Mazmur: 69:33–37; R: 34a
Bacaan Injil: Luk. 10:17–24

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ”Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: ”Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan
Panggilan sebagai Murid Kristus adalah melayani. Melayani membutuhkan motivasi yang baik agar pelayanan tidak membuat diri menjadi sombong saat berhasil, dan putus asa saat pelayanan tampak sia-sia. Motivasi yang baik dalam pelayanan adalah kerendahan hati. Dengan kerendahan hati kita bisa melayani dengan bebas dari segala keinginan untuk mendapat balas jasa atau keinginan untuk memegahkan diri. Kerendahan hati mampu mengontrol kita agar kita tidak menjadi sombong.

Dengan kerendahan hati, kita akan merasakan kebahagiaan sebagai buah dari pelayanan. Alasan kita bahagia bukan karena kita bisa berhasil atau mendapat penghormatan, tetapi karena kita diperkenankan untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah sendiri. Kerendahan hati, membuat kita melayani dengan ketulusan, tanpa pamrih, kecuali hanya untuk kemuliaan Allah.
Sering terjadi pelayanan ditunggangi dengan motivasi untuk mendapat perhargaan dan penghormatan. Ketika hal itu terjadi, pelayanan tersebut tidak memuliakan Allah, tetapi memuliakan diri sendiri. Kita belum menjadi murid Kristus yang sejati, jika motivasi dalam bertindak masih disertai untuk kemegahan diri sendiri.

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, kebaikan-kebaikan-Mu senantiasa ingin kuwartakan. Ajarilah aku menjadi pewarta kabar gembira Injil-Mu dengan rendah hati dan tulus, agar nama-Mu semakin dimuliakan. Amin.

Sumber:Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: