Renungan harian 4 Oktober 2013-Mereka yang menanggapi tawaran kasih Tuhan akan berusaha untuk dekat, rindu mendengarkan suara Tuhan, mau bertobat dan hidup seturut kehendak Allah.

Jumat, 4 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVI
Pw St. Fransiskus dr Assisi (P)
St. Fransiskus Charitas; St. Kuintinus
Bacaan I: Bar 1:15–22
Mazmur: 79:1–5.8–9; R:9ac
Bacaan Injil: Luk. 10:13-16

”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Renungan
Allah merindukan semua umat-Nya mengalami keselamatan, namun yang terjadi tidak semua orang menanggapi kerinduan dan kasih Allah. Mereka yang menanggapi tawaran kasih Tuhan akan berusaha untuk dekat, rindu mendengarkan suara Tuhan, mau bertobat dan hidup seturut kehendak Allah. Sebaliknya, mereka yang menolak kasih Allah akan memilih jalan hidupnya berdasarkan kesenangannya semata dan tidak peduli dengan Allah.

Orang yang tidak menolak Allah adalah orang yang mendapatkan jaminan keselamatan. Sebaliknya, orang yang menolak Allah adalah orang yang karena pilihannya sendiri hidupnya tidak sampai pada keselamatan. Dengan menerima pewartaan Sabda Allah berarti kita menerima keselamatan dalam hidup kita.

Zaman semakin modern, orang lebih suka tertarik hal-hal yang profan daripada hal-hal yang rohani. Ketika orang berbicara tentang perkembangan alat komunikasi atau berbicara tentang gosip, orang bisa berjam-jam membicarakan. Sebaliknya, ketika orang diajak berbicara tentang kabar baik dari Kitab Suci, orang tidak tertarik lagi. Hal yang sederhana tersebut menjadi cermin bahwa hati kita sudah jauh dari Allah.

Doa: Allah Bapa, ajarilah aku selalu, untuk lebih peka mendengarkan suara-Mu. Semoga ke megahan duniawi tidak menggoyahkan imanku dan aku tetap setia kepada-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: