Renungan harian 3 Oktober 2013-“Tuaian memang banyak, te tapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah ke pada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. “

Kamis, 3 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVI (H)
St. Fransiskus Borgia; St. Ewaldus Bersaudara
Bacaan I: Neh. 8:1–5a.6–7.8b–13
Mazmur: 19:8–11; R:9a
Bacaan Injil: Luk. 10:1–12

Kemudian dari pada itu Tuhan me nun juk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua men­dahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya ke pada mereka: ”Tuaian memang banyak, te tapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah ke pada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak me nerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

Renungan
Inti Kerajaan Allah adalah kehadiran Allah yang menjadi pusat dan memimpin hidup manusia. Ketika manusia hidup seturut kehendak dan rencana Allah maka Allah meraja dalam diri manusia. Buah yang akan dirasakan adalah damai dan sukacita.

Saat kita melihat dunia yang penuh dengan kekerasan dan ketidakadilan, semua itu menjadi bukti bahwa manusia dipimpin oleh ”ego”nya. Ketika ego berkuasa maka bukan Allah yang tinggal dalam hati manusia, tetapi ambisi-ambisi manusia itu sendiri. Kita akan merasakan tidak ada damai dan sukacita dalam hati jika kita hanya menuruti egoisme kita. Akan muncul banyak konflik dan ketidakadilan saat kita mementingkan diri atau kelompok kita sendiri.

Agar damai hadir dalam hidup, maka yang bisa dilakukan adalah melepaskan keinginan dan ambisi kita, dan menyesuaikan hidup ini dengan kehendak Allah. Allah akan menuntun dan menghantar kita pada damai dan keselamatan.

Doa: Allah Bapa Yang Mahakasih, rencana-Mu sungguh indah. Engkau menjadikan aku sebagai alat-Mu untuk menghadirkan Kerajaan-Mu di bumi ini. Semoga aku selalu sadar akan panggilan-Mu itu, agar dunia menjadi tempat yang semakin nyaman untuk semua orang dan agar damai sejahtera hadir dalam hidup umat-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: