Renungan harian 2 Oktober 2013-Belajar dari anak kecil, rendahan hati dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Renungan Ziarah Batin 2013 (2)
Rabu, 2 Oktober 2013
Pekan Biasa XXVI
Pw Para Malaikat Pelindung (P)
St. Leger/Lutgar
Bacaan I: Kel. 23:20–23a
Mazmur: 91:1–2,3–4,5–6,10–11; R:6a
Bacaan Injil: Mat. 18:1–5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Renungan
Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan “…barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Yesus hidup dalam tradisi dan kebudayaan di mana anak kecil dikategorikan dalam kelompok terlemah, dianggap kurang berpengalaman, dan menjadi kelompok ‘pinggiran’. Namun, Yesus berani menempatkan anak kecil melampaui takaran kebudayaan-Nya sendiri. Mengapa?

Yesus sering menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia. Anak Manusia adalah simbol kerendahan hati yang sejati, kebergantungan yang total, ungkapan kerapuhan dan kepolosan. Simbol ini menjadi tampak nyata dalam diri anak kecil. Apakah ini berarti Yesus menyamakan diri-Nya seperti anak kecil? Tidak. Yesus sebenarnya menghendaki para murid-Nya termasuk kita, untuk meneladani diri-Nya. Anak kecil menjadi “prasasti”—yang tidak pernah lekang oleh waktu dan menembus batas-batas kebudayaan—sebagai pengingat bagi kita umat-Nya, untuk senantiasa menampilkan sikap kerendahan hati, menyerahkan diri dan menyadari ketidakpantasan diri di hadapan Allah.

Hari ini kita memperingati Para Malaikat Pelindung. Kita bersyukur Allah memberikan Malaikat Pelindung kepada kita untuk membimbing dan menjaga kita setiap saat. Namun, kita sulit mendengar bimbingan Malaikat Pelindung kita masing-masing apabila hidup kita tidak sesuai dengan kehendak Allah. Belajar dari anak kecil, marilah kita mengembangkan sikap kerendahan hati dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Doa: Bapa Mahakasih, bantulah aku untuk senantiasa menunjukkan kerendahan hati dan menyerahkan diriku sepenuhnya kepada-Mu. Amin Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: