Renungan harian 28 September 2013-“mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.”

Sabtu, 28 September 2013
Pekan Biasa XXV (H)
St. Wenseslaus; Sta. Eustakia; St. Laurensius Ruiz,
Yakobus Kyushei Tomonaga, dan Dominikus Ibanez (Mrt. dr Jepang) 1 Bacaan I: Za. 2:1–5. 10–11a
Mazmur: Yer. 31:10–12b.13; R:10d
Bacaan Injil: Luk. 9:43b–45

Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Renungan
Malu bertanya, sesat di jalan. Itulah peribahasa untuk menggambarkan bagaimana pentingnya bertanya. Dalam Injil hari ini, para murid Yesus tidak mau bertanya kepada Yesus meskipun mereka tidak memahami apa yang dikatakan Yesus. Apa yang tidak mereka pahami adalah perkataan Yesus ini, ”Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia” (Luk. 9:44). Tidak disebutkan mengapa mereka tidak mengerti perkataan itu, tetapi ketidakmengertian jelas menghambat pemahaman mereka tentang pribadi Yesus. Karena kurang paham dengan Yesus, mereka kemudian tidak siap menghadapi peristiwa-peristiwa yang kemudian terjadi. Misalnya, mereka lari tunggal langgang ketika Yesus ditangkap, diadili, dan kemudian diputuskan untuk dihukum mati. Semua itu sudah dikatakan Yesus, tetapi mereka tidak memahaminya. Contohnya menjadi lain kalau para murid mau bertanya, ketika mereka memang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus.

Bagi kita ini sebuah pesan, kalau kita tidak mengerti, tidak ada salahnya bertanya. Kalau tidak tahu tentang Yesus, mengapa kita tidak bertanya langsung kepada Yesus? Bagaimana kita bertanya kepada Yesus? Kita bisa bertanya kepada Yesus lewat doa-doa kita. Kita bisa mendapatkan jawabannya saat kita mendengarkan Sabda Tuhan dalam perayaan-perayaan sakramen. Kita menemukannya juga saat membaca Kitab Suci. Bukankah bulan ini merupakan bulan Kitab Suci? Apakah selama hampir satu bulan ini kita sudah menyediakan waktu khusus untuk berjumpa dengan Yesus lewat Kitab Suci? Usaha-usaha itu akan semakin membantu kita memahami bahwa memang Mesias itu harus menderita sengsara agar dapat menyelamatkan kita. Semoga kita mengusahakannya.

Doa: Tuhan, aku bersyukur karena pengorbanan dan penderitaan-Mu menyelamatku. Semoga aku semakin menerima dan memahaminya sehingga aku pun berani menanggung penderitaan seperti-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin2013

Advertisements
%d bloggers like this: