Renungan harian 20 September 2013- Perempuan-perempuan yang melayani dan mengiringi perjalanan memberitakan injil Kerajaan Allah

Jumat, 20 September 2013
Pekan Biasa XXIV
Pw St. Andreas Kim Tae-gon, Im
dan Paulus Chong Hasang, dkk, Mrt-Korea (M)
Sta. Kolumba dan Pamposa; St. Eustakius
Bacaan I: 1Tim. 6:2c–12
Mazmur: 49:6–10.17–20; R:Mat. 5:3
Bacaan Injil: Luk. 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Renungan
Di sebuah paroki, pastor paroki selalu dipusingkan ketika terjadi pergantian pengurus gereja. Sebab, banyak orang ketika diajak menjadi pengurus gereja, menjawab tidak mau. Ada banyak alasan. ”Saya sibuk Pastor”. ”Saya tidak mampu dan tidak mempunyai pengalaman Pastor”. ”Anak saya masih kecil Pastor, saya harus mengurusnya”. Ada macam-macam alasan, tetapi intinya sama, tidak mau. Sekadar mau saja susah, apalagi harus melayani dan mengeluarkan uang dari kas pribadi untuk pelayanan itu.
Para perempuan dalam Injil hari ini menampilkan kebalikannya. Mereka dengan sukarela melayani Yesus dan rombongan-Nya. Pelayanan mereka total, bukan hanya dengan pikiran dan tenaga, tetapi juga dengan harta benda yang mereka miliki. Semoga teladan ini mendorong siapa pun untuk sungguh-sungguh melayani Tuhan. Meski mungkin mempunyai keterbatasan, entah terbatas waktu, tenaga, ataupun dana, kalau orang mau melayani, Tuhan pasti memberikan jalan dan sarana-sarananya.
Doa: Tuhan, sadarkanlah aku agar aku mau melayani-Mu, dimana pun engkau mengutus aku.

” Mari kita menjauhi segala keinginan duniawi belaka, tetapi mengejar keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih kesabaran dan kelembutan hati. Semoga St. Andreas Kim Tae Gon pelindung Stasi kita, menjadi teladan dalam hidup dan karya kita, setia sampai akhir hayat. “

RD Antonius Suyadi

Advertisements
%d bloggers like this: