Renungan harian 17 September 2013-Belas kasih menggerakkan Yesus membangkitkan anak muda di Nain.

Selasa, 17 September 2013
Pekan Biasa XXIV (H)
St. Robertus Bellarminus;
Sta. Hildegardis; St. Albertus dr Yerusalem; St. Martinus dr Finojosa Bacaan I: 1Tim. 3:1–13
Mazmur: 101:1–3b.5–6; R:2b
Bacaan Injil: Luk. 7:11–17

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ”Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ”Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan ”Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Renungan
Dr. Birute Galdikas (67 tahun) dikenal sebagai seorang ahli primata, konservasi alam, etnolog, dan penulis beberapa buku. Sumbangannya untuk Indonesia sangatlah besar terutama dalam penyelamatan orang utan Kalimantan. Profesor berkebangsaan Kanada ini sangat mencintai Indonesia. Ia rela meninggalkan negaranya dan bertahun-tahun tinggal di Kalimantan karena cintanya itu. Ia mempunyai belas kasih yang luar biasa terhadap orang utan sehingga mengabdikan hidupnya selama 40 tahun lebih untuk meneliti, merawat dan melindungi orang utan Kalimantan. Bahkan, dia juga menikah dengan orang Dayak.
Belas kasih itu bisa menggerakkan orang untuk melakukan yang luar biasa, sebagaimana dicontohkan Galdikas. Belas kasih memampukannya memberikan diri secara total pada pelayanan. Belas kasih jugalah yang menggerakkan Yesus membangkitkan anak muda di Nain. Yesus tersentuh melihat ibu pemuda itu, yang menangis meratapi kematian anaknya. Mungkin Yesus melihat jauh ke depan, siapa yang akan memeliharanya kalau anak tunggalnya itu mati. Digerakkan oleh belas kasih itu, kemudian Yesus membangkitkan si pemuda. Sungguh tindakan Yesus ini menggembirakan si ibu dan anaknya. Apakah kita juga mempunyai belas kasih? Apakah belas kasih kita itu juga menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu? Misalnya, membantu orang lain, meneguhkan orang lain? Semoga belas kasih menggerakkan kita.
Doa: Tuhan, semoga belas kasih-Mu Kaucurahkan kepadaku sehingga aku mempunyai belas kasih yang sama dan mewujudkannya dalam tindakan-tindakan nyata. Amin.
sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: