Renungan harian 15 September 2013-” Akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat,”

Minggu, 15 September 2013
Pekan Biasa XXIV
Pw SP Maria Berdukacita (P)
Sta. Katarina Fieschi dr Genoa; St. Nikomedes
Bacaan I: Kel. 32:7–11.13–14
Mazmur: 51:3–4.12–13.17.19; R:Luk. 15:18
Bacaan II: 1Tim. 1:12–17
Bacaan Injil: Luk. 15:1–32 (Luk. 15:1-10)

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: ”Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: ”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Bacaan selengkapnya Alkitab….) Renungan
Seorang pendamping BIAK (Bina Iman Anak Katolik) mengajar anak-anak dampingannya tentang dosa dan pertobatan. Dia menjelaskan apa saja yang termasuk perbuatan dosa dan bagaimana akibat dosa itu, bukan hanya merugikan si anak tetapi juga merugikan orang lain. Kemudian pendamping itu juga menjelaskan pentingnya pertobatan. Dia menekankan bagaimana pertobatan harus dilakukan oleh setiap orang yang berdosa dan bagaimana pertobatan itu memberi kegembiraan. Untuk menjelaskan itu, pendamping menceritakan kisah yang terjadi di Kerajaan Surga. Dia menceritakan bahwa di surga ada kelompok paduan suara malaikat. Tetapi, sudah lama paduan suara itu tidak pernah menyanyi. Usut punya usut ternyata paduan suara itu hanya akan bernyanyi kalau ada manusia di dunia bertobat dan mengakui kesalahannya. Suasana surga menjadi muram karena tidak ada kegembiraan di hati para malaikat itu. Di akhir kisahnya pendamping tadi berkata, ”Adik-adik, maukah kalian membuat para malaikat bergembira?” Anak-anak serentak berseru, ”Mau Kak!” Pertobatan manusia ternyata bukan hanya menguntungkan si pentobat, tetapi juga menggembirakan para malaikat di surga. Para malaikat di surga akan bersukacita kalau ada orang yang bertobat. ”Ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat” (Luk. 15:10), demikian kita dengar dalam Injil hari ini. Satu saja pentobat, sudah menggembirakan para malaikat. Bayangkan kalau banyak orang mau bertobat. Pasti kegembiraan para malaikat akan semakin meluap-luap. Mari ikut ambil bagian dalam kegembiraan para malaikat dengan bertobat. Doa: Tuhan Yesus, aku mau bertobat. Ampunilah dosa dan kesalahanku. Amin. Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: