Renungan harian 14 September 2013-” Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”

Sabtu, 14 September 2013
Pekan Biasa XXIII
Pesta Salib Suci (M)
St. Yohanes Gabriel Dufresse
Bacaan I: Bil. 21:4–9
Mazmur: 78:1–2.34–35.36–37.38; R: 7b
Bacaan II: Flp. 2:6–11
Bacaan Injil: Yoh. 3:13–17

”Tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari Surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, de mikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, me lain kan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Renungan
Ada seorang bapak yang sangat aktif dalam pelayanan Gereja. Istri dan anak-anaknya juga demikian. Keluarganya hidup rukun dan damai. Pokoknya semua baik dan menggembirakan. Selain menjadi pengurus di suatu lingkungan, dia juga seorang asisten imam. Sebagai asisten imam, ia rajin mengunjungi orang sakit yang ada di lingkungannya dan di rumah sakit. Umat memandang dia sebagai teladan iman. Tiba-tiba Bapak ini jatuh sakit. Dari pemeriksaan dokter diketahui dia menderita kanker ganas. Hidupnya tinggal menghitung hari. Seluruh umat yang mengenalnya sangat prihatin dan berusaha membantu sebisa mungkin dengan doa dan dana agar Bapak itu bisa ditolong. Yang mengharukan adalah sikap Bapak ini dalam menghadapi sakitnya. Dia bilang, ”Sakit ini adalah anugerah Tuhan. Saya menerimanya dengan ikhlas. Saya menyerahkan hidup dan mati saya kepada Tuhan”. Bapak ini akhirnya meninggal setelah enam bulan berjuang menanggung sakitnya. Sikapnya yang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan menjadi teladan, bukan hanya sewaktu sehat, tetapi juga saat dia sakit. Hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci. Lewat perayaan ini kita diingatkan kembali bahwa Salib Kristus adalah sumber kehidupan kekal. Keselamatan itu dapat diperoleh kalau orang mau percaya kepada Dia yang Tersalib. Yohanes menuliskan, ” Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:15). Percaya kepada Kristus berarti menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya dan berusaha hidup seperti Dia. Apakah kita sungguh menyerahkan diri kita kepada Kristus? Apakah kita sudah berusaha hidup seperti Kristus? Doa: Ya Tuhan Yesus, semoga aku setia menanggung salib hidupku setiap hari. Hanya dengan itu aku berterima kasih atas penebusan-Mu lewat Salib Suci-Mu. Amin. Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: