Renungan harian 9 Septmber 2013-“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”

Senin, 9 September 2013
PEKAN BIASA XXIII (H)
St. Petrus Klaver; B.Frederik Ozanam
Bacaan I: Kol. 1:24-2:33
Mazmur: 62:6-7.9; R:8a
Bacaan Injil: Luk. 6:6-11

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Renungan
Tidak ada batasan waktu kapan kita harus berbuat baik. Kapan pun kalau kita mau berbuat baik, berbuatlah baik. Itulah yang mau dikatakan Yesus lewat tindakannya hari ini. Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Meskipun ada aturan tidak boleh melakukan pekerjaan di hari Sabat, Yesus tetap menyembuhkan orang sakit itu karena Dia tahu bahwa menyembuhkan orang sakit itu sebuah perbuatan baik, Dia akan melakukannya. Yesus tahun bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat marah atas tindakan itu, tetapi hal itu tidak menyurutkan niat-Nya untuk berbuat baik.

Sering kita terlalu menimbang-nimbang ketika mau berbuat baik. Akibatnya, kita malahterlambat erbuat baik atau malah tidak berbuat sama sekali. Teladan Yesus hari ini semoga menantang kita untuk senantiasa berbuat baik kapan pun situasi menuntut kita. Bahkan, jika ada banyak orang menentang kita melakukan tindakan baik itu, kita tetap melakukannya.

Doa: Yesus yang baik, semoga aku jugaselalu berbuat baik kepada siapa pun dan dimana pun aku mempunyai kesempatan. Amin. Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: