Renungan harian 1 September 2013-“barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Minggu, 1 september 2013
PEKAN BIASA XXII (H)
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
St. Pedro Amengol; Sta. Verena; Ruth; Sta. Maria Margaretha Redi

Bacaan I: Sir. 3: 17-18, 20, 28-29
Mazmur: 68:4-5c,. 6-7ab. 10-11; R:11b
Bacaan II: Ibr. 12: 18-19, 22-24a
Injil: Luk. 14: 1, 7-14

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Yesus lalu mengatakan perumpamaan ini, “Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu, Berikanlah tempat itu kepada orang ini. Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu, Sahabat, silakan duduk di depan. Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya, “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya para hari kebangkitan orang-orang benar.”

Renungan

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin tinggi juga tuntutan kualitas hidupnya. Ada dua kualitas hidup yang dituntut oleh bacaan-bacaan hari ini. Kitab Sirahk menulis, “Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan” (Sir. 3:18). Ini sebuah ajakan agar orang semakin rendah hati. Sementara Injil memberi nasihat agar orang melakukan segala perbuatan baik tanpa pamrih duniawi. Orang yang melakukan perbuatan baik tanpa pamrih adalah orang-orang yang tulus hati.

Menjadi pribadi yang rendah hati dan tulus hati sebagaimana dituntut oleh Kitab Sirakh dan Injil tidaklah mudah diwujudkan di zaman ini. Mengapa? Karena kecenderungan ingin tampil dan disanjung sangatlah besar. Karena itulah banyak orang berebut jabatan dan kedudukan. Demi ambisi macam itu bahkan orang tega memakai cara-cara yang tidak jujur dan tidak adil. Jika demikian, dimanakah kerendahan hati dan ketulusan? Sebuah tantangan yang patut diperjuangakan oleh murid-murid Tuhan.

Doa: Tuhan, ajarlah aku untuk semakin rendah hati dan tulus hati, apa pun kedudukanku dan di mana pun aku melayani Engkau dalam pekerjaan-pekerjaanku. Amin. Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: