Renungan harian 30 Agustus 2013- Perumpamaan 10 gadis yang menunggu mempelai

Renungan Harian, Jumat, 30 Agustus 2013
Pekan Biasa XXI (H)
B. Ghabra Mikael; St. Heribertus;
B. Eustaqio van Lieshout
Bacaan I : 1Tes. 4:1–8
Mazmur : 97:1–2b.5–6.10–12; R:12a
Bacaan Injil : Mat. 25:1–13

”Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang meng­ambil pelitanya dan pergi menyong­song mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Renungan:
Dalam sebuah drama yang berjudul Menantikan Godot , Samuel Becket bercerita tentang dua tokoh, yakni Vladimir dan Estragon yang dengan sia-sia menantikan kedatangan seorang terkenal bernama Godot. Mereka mengetahui namanya, tetapi belum pernah bertemu dengannya secara pribadi. Keduanya berharap mengenalnya secara pribadi ketika mereka bertemu. Sambil menantikan kedatangannya, mereka bermain-main, makan-minum, mabuk-mabukan, dan tidur-tiduran. Ketika Godot lewat mereka tidak tahu karena masih asyik bercengkerama. Penantian mereka pun menjadi sia-sia.
Kedatangan Tuhan pada akhir zaman juga tidak disangka-sangka. Tidak seorang pun yang tahu kapan Dia akan datang. Karena itu, orang mesti selalu siap sedia setiap saat. Guna me­nekankan pentingnya kesiap-kesediaan itu diceritakanlah perumpamaan tentang sepuluh gadis itu. Gadis-gadis yang bijaksana adalah orang-orang Kristen yang senantiasa siap sedia menantikan kedatangan Kristus dengan tekun berbuat baik. Sedangkan gadis-gadis yang bodoh adalah orang-orang Kristen yang terlena dengan kehidupan dunia ini dan kurang peduli dengan nilai-nilai yang mereka hidupi guna memperoleh kehidupan kekal. Kita tergolong dalam kelompok gadis yang mana?

Doa:
Tuhan, semoga Engkau mendapati aku siap-sedia dengan tekun melakukan per­buatan-perbuatan baik ketika Engkau datang kembali pada akhir zaman. Amin. (Sumber : Ziarah Batin 2013)

Advertisements
%d bloggers like this: