Renungan harian 17 Agustus 2013-”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Sabtu, 17 Agustus 2013
HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P)
St. Gregorius Thaumaturgos;
St. Gregorius dr Tours
Bacaan I    : Sir. 10:1–8
Mazmur    : 101:1a.2ac.3a.6–7; R: Gal. 5:13
Bacaan II    : 1Ptr. 2:13–17
Bacaan Injil    : Mat. 22:15–21

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian ber­tanya kepada-Nya: ”Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ”Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Renungan
Ketika Yesus sekali lagi dijerat oleh orang-orang Farisi entah boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak, Yesus menjawab: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.”  Apa yang menjadi milik Kaisar wajib diberikan kepada Kaisar. Uang adalah  milik kaisar  karena di dalam mata uang itu ada gambar Kaisar. Oleh sebab itu, harus dikembalikan kepada Kaisar.
Sebaliknya, apa yang menjadi hak Allah harus diberikan kepada Allah. Allah juga mempunyai hak untuk meminta sesuatu dari manusia. Kita harus mengembalikan kepada Allah, apa yang menjadi hak Allah. Tetapi, persoalannya ialah kita menganggap segala sesuatu yang kita miliki sebagai milik kita dan bukannya milik Allah.  Kita menganggap hidup, kesehatan, harta milik, keluarga, anak-anak atau apa saja  sebagai milik kita. Padahal berulangkali kita diingatkan lewat berbagai peristiwa dalam hidup bahwa hal-hal itu bukanlah milik kita.  Injil hari ini menantang kita untuk berpikir ulang mengenai cara pandang seperti itu.
Tuhan, bantulah aku untuk selalu menyadari bahwa aku adalah miliki-Mu dan tanpa Engkau aku bukanlah apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: