Renungan harian 11 Agustus 2013- “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.”

Minggu, 11 Agustus 2013
Pekan Biasa XIX
Pw Sta. Klara dr Assisi (P); Sta. Susana

Bacaan I: Keb. 18:6–9
Mazmur: 33;1.12.18–19.20.22; R:12b
Bacaan II: Ibr. 11:1–2.8–19
Bacaan Injil: Luk. 12:32–38 (Luk. 12:35–40)

“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka”.

Renungan

Seorang pertapa diwawancarai. ”Apabila hari ini merupakan hari terakhir di dalam kehidupan Anda, apakah yang Anda lakukan?” tanya wartawan. Dengan santai pertapa itu menjawab: ”Sesudah bangun pagi saya berdoa dan meditasi. Kemudian makan pagi dan bekerja di kebun. Siang hari berdoa lagi sebelum makan siang. Sore hari, saya mengunjungi orang-orang yang sakit dan seterusnya seperti biasa.” Wartawan itu kembali bertanya lagi: ”Bukankah itu merupakan jadwal Anda yang biasa?” Pertapa itu menjawab: ”Bagi saya, setiap hari merupakan hari terakhir dalam hidup. Oleh sebab itu, saya harus menghidupinya secara penuh.”

Dalam Injil hari ini, Yesus menyebut ”berbahagia” hamba yang kedapatan sedang bersiap-siap membuka pintu ketika tuannya datang pada waktu yang tidak disangka-sangka. Sama seperti tuan itu, demikianpun Tuhan akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka. Berbahagialah kita apabila didapati-Nya telah siap sedia. Caranya adalah dengan tekun dan setia melakukan pekerjaan-pekerjaan kita setiap hari.

Doa: Tuhan, sadarkanlah aku bahwa akhir zaman mungkin masih sangat jauh, tetapi akhir hidupku bisa terjadi kapan saja. Bantulah aku untuk senantiasa bersiap-sedia menantikan kedatangan-Mu. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: