Renungan harian 10 Agustus 2013-” Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan meng­hasilkan banyak buah.”

Renungan Harian, Sabtu, 10 Agustus 2013
Pekan Biasa XVIII
Pesta St. Laurensius, Diakon & Martir (M)

Bacaan I: 2Kor. 9:6–10
Mazmur: 112:1–2.5–9; R: 5a
Bacaan Injil: Yoh. 12:24–26

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan meng­hasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa”. Renungan :
Dalam sebuah mitologi tentang asal-usul kehidupan menurut orang-orang Manggarai di Flores diceritakan bahwa tanam-tanaman seperti padi, jagung, ubi-ubian berasal dari manusia. Pada awal mula bumi itu kosong (tana-lino). Sang dewa menyuruh manusia pertama untuk menyiapkan kebun agar ditanami tanaman. Tetapi sayang tidak ada bibit. Sang dewa lalu menyuruh manusia pertama itu menyembelih anaknya yang tunggal. Daging anak itu dipotong-potong dan disiram pada tanah yang sudah disiapkan. Alhasil tumbuhlah berbagai tanaman yang memberi hidup kepada manusia, yakni orangtua dan adik-adiknya. Pengorbanan menghasilkan kehidupan.

Yesus dalam Injil menegaskan: ”Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tinggal satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Hal itu berarti bahwa kematian menghasilkan kehidupan. Dengan perbandingan itu, Yesus melukiskan hidup-Nya sendiri. Ia mati seperti biji gandum, tetapi kematian-Nya akan memberikan kehidupan dan keselamatan kepada semua orang. Santo Laurentius, Martir, juga menunjukkan hal yang sama. Dia rela mati demi iman kepada Kristus.

Doa :
Tuhan, berilah aku rahmat dan kekuatan agar aku rela mengorbankan hidupku untuk kepentingan orang-orang lain terutama mereka yang aku layani. Amin. Sumber. : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: