Renungan harian 5 Agustus 2013- peristiwa transfigurasi yang terjadi ketika Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk menderita dan disalibkan.

Selasa, 6 Agustus 2013
Pekan Biasa XVIII
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P)
St. Hermanus
Bacaan I: Dan. 7:9–10.13–14
Mazmur: 97:1–2.5–6.9;R:1a.9a
Bacaan II: 2Ptr. 1:16–19
Bacaan Injil: Luk. 9:28b–36

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: ”Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: ”Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

Renungan
Dalam Kitab Keluaran berulang kali diceritakan kisah orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut di hadapan Yahweh dan memberontak terhadap Musa. Tetapi, dengan sabar Moses mengantar bangsa itu hingga mereka tiba di Tanah Terjanji. Sedang dalam 1 Raj. 18, Nabi Elia mendapat perlawanan dari Raja Ahab dengan nabi-nabi palsu. Elia diuji entah Allah mana yang berkuasa: Apakah Yahweh atau allah para nabi Baal itu. Dalam pertarungan di Gunung Karmel itu, Elia keluar sebagai pemenang.

Moses dan Elia itulah yang dalam Injil hari ini berbicara dengan Yesus. Seperti Moses dan Elia, Yesus pun akan ditolak bangsa-Nya sendiri dan mengalami penderitaan bahkan kematian. Meskipun demikian, seperti Laut Merah membebaskan bangsa Israel, maka demikianpun kematian Yesus akan menyelamatkan umat manusia. Karena itu, Moses dan Elia meneguhkan Yesus untuk tetap teguh pada jalan yang telah dipilih-Nya. Itulah makna peristiwa transfigurasi yang terjadi ketika Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk menderita dan disalibkan.

Doa: Tuhan, berilah aku kekuatan agar aku tidak kecut hati bila menghadapi tantangan dan kesulitan karena percaya bahwa di baliknya itu tersembuyi rahmat-Mu. Amin.

Advertisements
%d bloggers like this: