Renungan harian 2 Agustus 2013 -”Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”

Jumat, 2 Agustus 2013
Pekan Biasa XVII (H)
St. Eusebius Vercelli; B. Petrus Feber;
St. Petrus Yulianus Eymard
Bacaan I : Im. 23:1.4–11.15–16.27.34b–37
Mazmur : 81:3-6b.10–11b; R:2a
Bacaan Injil : Mat. 13:54–58

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: ”Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: ”Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.

Renungan
Pada suatu kesempatan, seorang rahib berjalan-jalan di desa dekat pertapaan. Tiba-tiba saja, dia melihat Abbas mereka mencium pipi seorang perempuan muda. Tanpa bertanya banyak dia kembali ke pertapaan dan menceritakan apa yang dilihatnya. Semua rahib sangat marah karena pimpinan mereka telah berbuat dosa. Ketika sang Abbas pulang, para rahib itu langsung menghukumnya dan mengikatnya pada sebuah tiang. Mereka lalu memanggil perempuan itu dan meminta pertanggungjawaban. Perempuan itu menjawab: ”Abbas itu adalah kakak sulungku.”
Entah berapa banyak hidup yang dikorbankan semata-mata karena prasangka negatif. Abbas dalam cerita di atas dan Yesus yang diceritakan dalam Injil hari ini menjadi korban prasangka. Orang-orang Nazareth tidak bisa menerima bahwa seorang Yesus yang latarbelakang keluarganya mereka kenal bisa mengungkapkan hikmat sedemikian hebat. Prasangka yang mereka miliki telah menghalangi mereka untuk mengerti pesan yang disampaikan Yesus. ”Jangan perhatikan siapa yang berbicara, melainkan apa yang dibicarakannya” nasihat orang bijak apabila orang ingin maju dalam kebijaksanaan.
Tuhan, bantulah aku untuk selalu bertindak bijaksana dalam hidup dan tidak memperlakukan orang berdasarkan prasangka-prasangka negatif. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: