Renungan harian 25 Juli 2013- Melayani

Kamis, 25 Juli 2013
Pekan Biasa XVI
Pesta St. Yakobus, Rasul (M)
Bacaan I: 2Kor. 4:7–15
Mazmur: 126:1–2ab.2c–3.4-5.6; R: 5
Bacaan Injil: Mat. 20:20–28

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: ”Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: ”Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: ”Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: ”Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: ”Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: ”Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan
Kita sering mendengar ungkapan: orang bekerja patut untuk mendapatkan upah. Namun kalau bekerja untuk melayani Tuhan, upah bukanlah menjadi tujuan atau keharusan, apalagi jika upah dikaitkan dengan sebuah jabatan atau materi. Melayani Tuhan adalah suatu panggilan yang patut untuk disyukuri. Menjadi kebahagian, jika kita mempunyai kesempatan untuk melayani. Pada pesta Santo Yakobus Rasul dan Martir, kita kenangkan pribadi yang gigih dalam melayani Tuhan. Kesetiaan dan kegigihannya dalam melayani Tuhan membuahkan mahkota kemartiran. Kita bersyukur kepada Tuhan atas Rasul Yakobus yang memberi contoh pelayanan yang gigih.

Tuhan melalui Gereja-Nya mengundang kita untuk ikut serta dalam tugas pelayanan. Belajar dari kesaksian Paulus dalam bacaan I, tugas melayani merupakan panggilan yang berasal dari Allah sendiri. Oleh karena itu melayani bukanlah suatu keterpaksaan melainkan panggilan Allah. Jika demikian kesadaran dan penerimaan kita, maka kita selalu bersemangat untuk menjalaninya bahkan ketika pelayanan itu menuntut kerja keras dan derita. Siap melayani harus lah menjadi cara hidup kita sebagai murid Kristus. Kita ingin meneladan Sang Guru yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Maka, marilah kita selalu bergembira jika mempunyai kesempatan untuk melayani.

Doa: Ya Allah, maafkan aku jika aku sering menghindar untuk menerima tugas melayani. aku mohon, buatlah aku bergembira apabila diberi kesempatan untuk melayani-Mu. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: