Renungan harian 21 Juli 2013- Marta dan Maria

Minggu, 21 Juli 2013
Pekan Biasa XVI (H)
Daniel, Nabi; St. Laurensius dr Brindisi;
St. Viktor dr Marseilles
Bacaan I: Kej. 18:1–10a
Mazmur: 15:2–3ab.3cd–4ab.5; R:1a
Bacaan II: Kol. 1:24–28
Bacaan Injil: Luk. 10:38–42

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Renungan
Dalam Bacaan I dikisahkan Tuhan menampakan diri kepada Abraham sebagai Tamu. Abra ham amat bergembira menerima-Nya dan karena itu, ia menjamu dengan hidangan yang terbaik. Tuhan membalasnya dengan berkat kehamilan Sara, istrinya pada hari tuanya. Dalam Bacaan yang kedua, Paulus memberikan kesaksian hidupnya yang begitu bahagia sebagai pelayan Tuhan. Penderitaan sebagai pelayan Tuhan dalam melayani umat-Nya diterima dengan sukacita. Paulus bersyukur karena boleh menyatakan rahasia besar yakni bahwa Kristus ada di tengah-tengah umat-Nya. Bagi Paulus, kesempatan melayani Tuhan dalam hidupnya adalah kegembiraan dan sukacita. Dalam Injil dikisahkan dua bersaudara yakni Marta dan Maria yang sama-sama berusaha ingin menerima dan melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya walaupun wujudnya berbeda. Baik Marta maupun Maria mempunyai tujuan yang sama yakni ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Kita perlu mencontohi atau meneladani Abraham, Paulus, Marta dan Maria dalam menyam but dan menerima kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita harus selalu membuka hati untuk kehadiran-Nya dalam hidup kita. Kehadiran-Nya kita terima dengan gembira dan penuh sukacita. Ia selalu hadir dalam berkat-Nya dan bimbingannya untuk menyelenggarakan hidup kita. Marilah kita menjalani hidup ini dengan penuh syukur. Semoga dengan hidup penuh syukur, kita semakin dikuatkan dalam pengabdian dan pelayanan kepada Tuhan dan sesama kita.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas kehadiran-Mu yang selalu menyertaiku. Semoga hidupku penuh syukur atas kebaikan-Mu sehingga aku setia dan teguh dalam mengabdi-Mu serta mengabdi sesama. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013
***

Advertisements
%d bloggers like this: