Renungan harian 15 juli 2013 -kesetiaan dan komitmen memilih dan mengikuti Yesus.

Senin, 15 Juli 2013
Pekan Biasa XV
Pw. St. Bonaventura, UskPujG. (P)
St. Yakobus dr Nisiba
Bacaan I: Kel. 1:8–14.22
Mazmur: 124:1–3.4–6.7–8; R:8a
Bacaan Injil: Mat. 10:34–11:1

”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Renungan
Karena iri dan khawatir terhadap umat Israel maka pemimpin Mesir berusaha untuk membatasi perkembangannya bahkan menguranginya dengan cara memperkerjakan orang-orang Israel secara paksa dan kejam. Namun, bangsa Israel tetap bisa hidup dan bahkan berkembang. Penderitaan dan kesengsaraan ternyata tidak membuat bangsa Israel putus harapan dan menyerah. Kesetiaannya kepada Allah dan kebanggaannya sebagai suatu bangsa Israel membuatnya tetap kuat dalam sengsara dan penderitaan. Melalui cerita ini ada pesan atau pelajaran yang amat berharga bahwa kesetiaan dan semangat sangat diperlukan dalam menghadapi hambatan, rintangan dan tantangan hidup beriman kita.

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus menantang kita agar kesetiaan dan komitmen memilih dan mengikuti Dia melebihi pilihan-pilihan hidup kita akan orang lain. Kita diminta untuk mencintai dan mengasihi-Nya lebih dari segala-galanya. Karena dan untuk Yesus, kita siap memanggul salib. Karena dan untuk Yesus, kita tidak takut untuk kehilangan nyawa. Dengan kata lain, pilihan kita kepada Yesus tidak bisa dikalahkan oleh apa pun dan siapapun. Hambatan, tantangan dan bahkan penderitaan sebagai konsekuensi dalam pilihan mengikuti Yesus siap untuk diterima. Yesus tujuan dan segala-galanya untuk kita. Jangan sampai kita terlepas dari pada-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukan aku untuk selalu setia dan bersemangat dalam mengikuti Engkau. Semoga hambatan, tantangan dan penderitaan yang kualami tidak akan pernah mampu memisahkan diriku dari-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: