Renungan harian 8 Juli 2013- kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang penuh keyakinan bahwa Yesus dapat menyembuhkan

Senin, 8 Juli 2013
Pekan Biasa XIV (H)
St. Eugenius III, Paus; St. Andrianus III, Paus;
St. Prokopius; B. Gregorius Grassi, Marie Hermine, dkk.
Bacaan I: Kej. 28:10–22a
Mazmur: 91:1–2.3–4.14–15ab; R:2b
Bacaan Injil: Mat. 9:18–26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: ”Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: ”Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: ”Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Renungan
Kepala rumah ibadat datang dan meminta dengan penuh keyakinan kepada Yesus agar anaknya yang sudah mati dihidupkan kembali. Alhasil anaknya dihidupkan kembali oleh Yesus. Seorang wanita dengan penuh keyakinan mendekati Yesus untuk menjamah jubah-Nya supaya penyakitnya sembuh. Alhasil penyakit pendarahannya yang sudah dua belas tahun sembuh hanya dengan menjamah jubah-Nya. Keyakinan dan kepercayaan yang mendalam dalam meminta tolong kepada Yesus membuahkan hasil yang diharapkan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah terhadap orang yang menaruh keyakinan dan kepercayaan yang mendalam kepada-Nya.

Di dalam Tuhan Yesus, ada jalan keluar untuk persoalan-persoalan yang kita hadapi. Sebagai manusia, kita tidak bisa terlepas persoalan-persoalan. Oleh karena itu, yang penting bagi kita adalah bagaimana bisa menghadapi persoalan dan menemukan jalan keluarnya. Belajar dari kisah Injil bahwa orang yang berupaya dengan kepercayaan dan keyakinan yang teguh membuahkan kegembiraan dan sukacita karena beroleh kesembuhan. Pertanyaan refleksi untuk kita: apakah usaha dan upayaku dalam menghadapi persoalan selama ini sungguh-sungguh disandarkan dengan penuh iman dan kepercayaan pada Tuhan Yesus. Mari kita selalu berjuang dan berupaya dalam hidup ini bersama dengan Tuhan Yesus.

Doa: Ya Tuhan, aku mohon berkenanlah untuk menyertai aku dalam setiap langkah ke hidupanku. Semoga dengan berkat dan penyertaan-Mu, aku mampu dan berhasil meng hadapi persoalan-persoalan hidup ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: