Renungan harian 6 Juni 2013 -Murid Yohanes mempertanyakan dan mempermasalahkan  para murid Yesus yang tidak berpuasa seperti dirinya dan orang-orang Farisi

Sabtu, 6 Juli 2013
Pekan Biasa XIII (H)
Sta. Maria Goretti; Sta. Godeliva
Bacaan I: Kej. 27:1–5.15–29
Mazmur: 135:1–2.3–4.5–6; R:3a
Bacaan Injil: Mat. 9:14–17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: ”Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Renungan
Mengubah cara pandang dan keyakinan yang sudah lama dipegang tidaklah gampang sekalipun tuntutan pembaruan atau perubahan tidak lagi bisa dihindari. Semakin sulit untuk berubah kalau seseorang tidak mempunyai semangat untuk maju dan berkembang, merasa diri sudah maksimal sehingga tidak mau belajar dan mengikuti perkembangan zaman. Kata-kata bijak yang tetap aktual untuk memotivasi terjadinya perubahan dan perkembangan dalam hidup: hari ini harus lebih baik dari kemarin.

Murid Yohanes mempertanyakan dan mempermasalahkan para murid Yesus yang tidak berpuasa seperti dirinya dan orang-orang Farisi. Pertanyaan murid Yohanes kepada Yesus tersebut memberikan gambaran bahwa mereka tidak paham siapa Yesus dan para murid-Nya serta gerakan perubahan/pembaruan yang dilakukan. Penjelasan Yesus kepada murid Yohanes mengandung makna dan pesan bahwa kehadiran diri-Nya bersama para murid menginginkan dan membawa perubahan. Yesus dan ajaran-Nya adalah ”anggur baru” yang harus di sambut dengan cara baru. Bagi siapa saja yang tetap berpegang pada cara lama berarti tidak sejalan dengan Yesus dan akan selalu berseberangan dengan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, berilah aku semangat pembaruan dalam hidup ini agar mampu dan pantas mengikuti Engkau. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: