Renungan harian 4 Juli 2013 -”Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Kamis, 4 Juli 2013
Pekan Biasa XIII (H)
Sta. Elisabeth dr Portugal;
St. Ulrich/Ulrikus; B. Pierre Georges Frassati;
B. Maria Crocifissa Curcio
Bacaan I : Kej. 22:1–19
Mazmur : 16:1–2.3–4.5–6.8–9; R:9
Bacaan Injil : Mat. 9:1–8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ”Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ”Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”— lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—: ”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Renungan
Percaya dan berserah dengan mantap kepada Tuhan sering kali bukan sikap yang mudah apalagi saat hidup kita diuji dengan persoalan dan membutuhkan suatu pengorbanan. Bisa jadi justru muncul keraguan akan kebaikan Allah dan mempertanyakan: benarkah Tuhan baik, benarkah Tuhan memperhatikan aku atau adilkah Tuhan terhadapku, dll. Bisa juga muncul keluhan: aku tidak sanggup dan tidak mampu menanggung cobaan ini. Jika demikian kita perlu meneladani dan membangun sikap iman seperti Abraham. Permintaan Allah agar dirinya mengorbankan anak kesayangan pastilah ujian yang sangat berat, namun Abraham tetap tegar dan rela melakukannya. Abraham berhasil melewati ujian dan dipuji Allah karena kesetiaan dan kesiapsediaanya memenuhi permintaan Allah.
Kesetiaan dan keteguhan iman amat diperlukan terutama ketika menghadapi persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Atas persoalan yang kita hadapi, Tuhan tidak akan pernah tinggal diam, jika kita percaya dan tetap beriman kepada-Nya, seperti yang dialami oleh orang lumpuh yang disembuhkan Yesus. Tuhan tidak akan membiarkan kita terkungkung oleh derita tanpa akhir, kecuali jika kita tidak percaya dan menyangsikan kebaikan dan kuasa Allah seperti para ahli Taurat dalam kisah Injil.
Ya Allah, anugerahilah aku kekuatan rahmat-Mu agar mampu mengikuti Engkau dengan Engkau dengan iman yang mantap, juga pada saat menuntutku untuk berkorban. Amin.

***
Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: