Renungan harian 1 Juli 2013-”Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Senin, 1 Juli 2013
Pekan Biasa XIII (H)
Harun, Imam Agung;
St. Oliver Plunkett; St. Teodorikus
Bacaan I : Kej. 18:16–33
Mazmur : 103:1–2.3–4.8-9.10–11; R:8a
Bacaan Injil : Mat. 8:18–22

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: ”Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: ”Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Renungan
Dalam Bacaan I menceritakan ”tawar menawar” antara Tuhan dan Abraham yang menghasilkan keputusan bahwa Sodom dan Gomora tidak jadi dibinasakan karena ada sepuluh orang yang baik di situ. Berkat sepuluh orang baik tersebut, Tuhan mengubah rencana-Nya. Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada orang-orang yang setia kepada-Nya. Kisah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang-orang yang mampu hidup setia dan baik sungguh berharga di hadapan-Nya dan mampu menyelamatkan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai seseorang yang hidupnya setia kepada Allah dan baik kepada sesama. Ia dikenal murah hati dan dengan rela membantu sehingga banyak orang yang simpati dan kagum padanya. Tuhan selalu mengundang dan mem beri kesempatan kepada kita untuk hidup setia kepada-Nya dan rela berbagi kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Bukan terletak pada besar kecilnya kebaikan yang kita bagi yang menjadi ukuran berharga bagi Tuhan, tetapi kerelaan, ketulusan dan kemurahan hati kita dalam berbagi. Tuhan menghendaki kita untuk hidup setia dan senantiasa mengarahkan pandangan kepada-Nya. Seperti pesan Injil hari ini, Tuhan meminta agar komitmen dan orientasi hidup kita memprioritaskan kesetiaan dan pengabdian kepada-Nya.
Ya Allah, di tengah-tengah derasnya tantangan hidup yang ada di sekitarku, aku se lalu memohon berkat dan kekuatan rahmat-Mu agar aku tetap setia dan tekun berbakti kepada-Mu. Amin.

***

Advertisements
%d bloggers like this: