Renungan harian 27 Juni 2013 -“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. “

Kamis, 27 Juni 2013
Pekan Biasa XII (H)
Sta. Emma; St. Cyrillus dr Alexandria

Bacaan I : Kej. 16:1–12.15–16
Mazmur : 106:1–2.3–4a.4b–5; R:1a
Bacaan Injil : Mat. 7:21–29

”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Renungan

Bagaimanakah rasanya menjadi orang yang terabaikan? Menjadi orang yang tak dianggap? Semua orang tidak ingin mengalami hal itu. Memang normal dan wajar ketika kita meng inginkan pengakuan dari orang yang berkuasa. Betapa bangganya ketika presiden menyapa kita secara pribadi. Hidup pun akan menjadi sesuatu yang berharga dan membanggakan, ketika kita mendapatkan penghargaan dari orang yang berkuasa dan mampu menentukan hidup. Apa pun menjadi berharga di depan kita, walaupun sering kali kita melakukannya hanya demi sebuah penghargaan saja dan tanpa menggunakan hati.

Hari ini, Yesus mengatakan kepada kita bahwa bukanlah dengan mulut saja kita mengatakan ’Tuhan ya Tuhan’, tetapi hati kita tidak kepada-Nya. Yesus mengajarkan bahwa kita haruslah melaksanakan semua kehendak-Nya. Dia menghendaki agar kita mencintai-Nya dengan segenap hati. Ia menginginkan perubahan bagi orang yang hanya manis di mulutnya saja, tetapi hati dan pikirannya tidak menuju kepada Allah. Kita mengharapkan kebahagiaan bersama Allah di Surga.

Doa: Allah Bapa di Surga, lihatlah anak-Mu ini. Engkau mengetahui isi hatiku. Ubahlah aku sesuai apa yang Engkau mau perbuat atas diriku. Semoga aku selalu mengimani Engkau di dalam hatiku, bukan hanya di bibirku. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: