Renungan harian 14 Juni 2013-Manusia di anugrahi akal budi dan kebebasan untuk memilih yang baik

Renungan Ziarah Batin 2013 (2)
Jumat, 14 Juni 2013
Pekan Biasa X (H)
St. Metodius; B. Gerardus; Pw S. Nabi Elisa

 

2Kor 4:7-15;
Mzm. 116:10-11,15-16,17-18;
Mat. 5:27-32

Bacaan Injil : Mat. 5:27–32

”Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina. Tetapi Aku ber kata kepadamu: Setiap orang yang me mandang perempuan serta meng inginkan nya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuh mu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan istrinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zina”.

Renungan

Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya. Demikian diungkapkan dalam kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian. Allah pun juga menciptakan manusia secitra dengan-Nya. Manusia menjadi ciptaan yang paling sempurna, mahkota dari seluruh ciptaan.

Manusia, sebagai ciptaan yang paling sempurna, dianugerahi akal budi dan kebebasan. Dengan akal budinya manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Setelah bisa memilah-milah dengan akal budinya, manusia dengan kebebasannya bisa menentukan mana atau apa yang dipilih dan dilakukannya. Tetapi setiap pilihan, tindakan atau perbuatan pasti ada konsekuensinya. Kalau kita berbuat baik, kita memperoleh pahala, tetapi kalau kita berbuat jahat atau dosa, pasti kita akan mendapat hukumannya.

Yesus secara tegas mengajarkan, janganlah anggota tubuh kita yang sangat baik dan sempurna ini malah menyeret kita jatuh ke dalam dosa. Hendaklah tubuh kita menjadi sarana untuk bisa lebih memuliakan Allah dan juga memuliakan serta menyucikan diri kita sendiri.

Doa: Bapa Yang Mahabaik, aku bersyukur karena Engkau telah menciptakan aku baik ada nya. Semoga aku senantiasa mampu menjaga kesucian hidupku di hadapan-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: