Renungan harian Rabu 12 Juni 2013 -“Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya.”

Rabu, 12 Juni 2013
Pekan Biasa X (H)
St. Yohanes Fakundus; B. Yolenta, Florida dkk.;
B. Laurensius Maria Salvi

 

2Kor. 3: 4-11;
Mzm. 99:5,6,7,8,9;
Mat. 5:17-19

Bacaan Injil : Mat. 5:17–19

”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Renungan
Manusia pada dasarnya tidak dapat hidup seorang diri, ia selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, manusia disebut makhluk sosial. Karena manusia hidup bersama orang lain maka dibutuhkan aturan atau hukum yang mengatur kebersamaan supaya keharmonisan tetap terjaga. Kebebasan seseorang tidak boleh melanggar atau menindas kebebasan orang lain. Hukum dibuat untuk mengatur kebersamaan dalam hidup demi kebaikan dan kesejahteraan.

Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat dan seluruh tata penyelamatan lama, tapi tidak pula mengiyakannya begitu saja begitu saja sehingga seolah-olah tidak tersentuh. Dengan pengajaran dan tindakan-Nya, Yesus memberi hukum Taurat itu suatu wujud baru, sehingga dengan itu sepenuhnya terwujud apa yang diusahakan dan dimaksudkan hukum Taurat. Semua hukum itu disempurnakan dengan kasih. Maka kasihlah yang menjadi inti ajaran Yesus. Ia bukan hanya mengajarkan, tetapi juga meneladankan, bahkan mengorbankan hidup demi yang dikasihi-Nya.

Mari kita melaksanakan kasih itu. Dengan demikian, kita telah melaksanakan hukum Allah secara sempurna. Mari kita hidupi keagamaan kita dengan baik, supaya surga menjadi ganjaran kita.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki aku untuk selalu melaksanakan ajaran kasih-Mu. Semoga aku selalu mampu menjadi pancaran kasih-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: