Renungan harian 10 Juni 2013 – Sabda bahagia Yesus

Senin, 10 Juni 2013
PEKAN BIASA X (H)
St. Henrikus Balzano

 

2Kor. 1: 1-7;
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9;
Mat. 5:1-12

Bacaan Injil : Mat. 5:1–12

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Renungan
Kita tentu pernah mendengar ungkapan berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke te pi an,bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Seorang teman juga pernah mengatakan, ibarat tanah liat kita ini dibentur-benturkan lebih dahulu oleh pematung untuk dibentuk sehingga terciptalah patung atau karya seni yang indah.

Melalui sabda-sabda bahagia ini, Yesus juga mengingatkan dan mengajarkan kepada kita bahwa untuk mencapai kebahagiaan maka jalan-jalan penderitaan harus kita alami. Untuk mencapai kebahagiaan kadang kita harus mengalami penganiayaan, dicela dan difitnah. Bahkan juga harus mengalami hidup miskin dan berdukacita untuk bisa mengerti, memahami, dan merasakan artinya kebahagiaan.

Selain harus mengalami penderitaan dan dukacita, masih banyak pula yang dituntut oleh Kristus kepada kita, yaitu lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci, dan membawa damai.

Jika kita sanggup menjalani dan melaksanakan semua itu, maka kita akan bersukacita dan ber gembira, upah kita besar di Surga.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, melalui jalan salib-Mu Engkau mengajarkan bahwa kemuliaan harus diraih melalui penderitaan. Semoga aku setia memanggul salib supaya aku juga mulia bersama Engkau. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: