Renungan harian 5 Juni 2013 – Tentang bangkitnya orang-orang mati

Rabu, 5 Juni 2013
Pekan Biasa IX (H)
Pw. St. Bonifasius Usk Mrt (M); St. Ferdinandus Constante

Tob. 3:1-11a,16-17a;
Mzm. 25:2-4a,4b-5ab,6-7bc,8-9;
Mrk. 12:18-27

Bacaan Injil : Mrk. 12:18–27

Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: ”Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mem punyai saudara laki-laki, mati dengan me ning galkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

Renungan

Pada saat mengikuti perayaan Ekaristi untuk mendoakan arwah seseorang, kita selalu diingatkan akan kebenaran iman kita ini: ”Pada saat kita dibaptis, maka kita turut mati bersama Kristus, dan ikut bangkit bersama Dia pula.”

Melalui pembaptisan kita diangkat menjadi pengikut Kristus. Kristus wafat, maka kita ikut mati bersama Dia. Saat Kristus bangkit, kita pun ikut bangkit juga bersama Dia. Dalam Kristus ada kebangkitan, maka kematian tidak ada pada-Nya, yang ada hanyalah kehidupan.

Kristus bagi kita adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Melalui Kristus kita mendapatkan jalan untuk memperoleh kebenaran dan kehidupan. Kristus telah bangkit dengan mulia, maka kita para pengikut-Nya juga turut bangkit bersama Dia.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Semoga aku yang menjadi pengikut-Mu kelak juga turut bangkit mulia bersama Engkau dalam Kerajaan Surga. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: