Renungan harian 1 Juni 2013- ”Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”

Sabtu, 1 Juni 2013
Pekan Biasa VIII
Pw St. Yustinus, Mrt. (M): St. Simeon;
St. Yohanes Storey; St. Pamphilus dr Sesarea; St. Ahmed
Bacaan I : Sir. 51:12–20
Mazmur : 19:8.9.10.11; R:9a
Bacaan Injil : Mrk. 11:27–33

Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang dari halaman bait Allah, Yesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: ”Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: ”Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: ”Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: ”Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Renungan
Seorang anak pasti sangat mencintai orangtuanya. Karena cintanya ia akan berbuat apa pun untuk membahagiakan orangtuanya. Anak juga pasti tidak rela, tidak terima, bahkan marah ketika orangtuanya dihina atau dilecehkan.
Yesus adalah Putra Allah. Ia sangat marah dan tidak terima ketika rumah Bapa-Nya yang merupakan rumah doa dijadikan tempat berjualan, tempat menukarkan uang, dan sebagainya. Ia mengusir orang-orang yang berjualan di halaman Bait Allah, meja-meja penukar uang digulingkan-Nya dan burung-burung merpati dilepaskan-Nya.
Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua bertanya, ”Dengan kuasa manakah Engkau me lakukan hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Yesus balik bertanya kepada mereka mengenai baptisan Yohanes, berasal dari Allah atau dari manusia baptisan tersebut? Mereka tidak mau menjawabnya, maka Yesus juga tidak mem berikan jawaban atas pertanyaan mereka.

Dalam injil Markus hari ini, otoritas Yesus dipertanyakan oleh tokoh-tokoh yang didalam mayarakat dianggap memiliki otoritas, yaitu imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Hanya berlandaskan pada apa yang resmi, bukan pada apa yang nyata dan benar, orang-orang resmi itu menanyakan otoritas Yesus. Yesus menanyakan kembali bagaimana tentang otoritas Yohanes Pemansi. Merka tidak berani menjawab, maka Yesus juga tidak mau menjawab pertanyaan mereka.
Kemunafikan dibidang ke agamaan dan ke rohanian , serta kebohongan dibidang hubungan masyarakat sehari-hari itulah yang mau dihilangkan Yesus. Otoritas sejati bukan ditentukan oleh pernyataan secara resmi atau tidak resmi. Otoritas murni apabila didasarkan atas kebenaran. Sumber: Ziarah batin 2013 & inspirasi Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: