Renungan harian 31 Mei 2013- St. Maria mengunjungi Eilsabet

Renungan Harian 31 Mei 2013

30 Mei 2013 17:38

Jumat, 31 Mei 2013

Bacaan:

  • Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b;
  • MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6;
  • Luk. 1:39-56

Bacaan Injil : Luk. 1:39–56

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat  Gabriel, kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pe­gu­nungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan mem­beri salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Lalu kata Maria: ”Jiwa­ku memuliakan Tuhan, dan hatiku ber­gem­bira karena Allah, Juru­­selamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan per­buatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurun­kan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan ketu­run­annya untuk selama-lamanya.”
(Bacaan selengkapnya Luk 1:39-56….)

 

 

Renungan:

Hari ini kita merayakan pesta Santa Maria mengunjugi Elisabet saudaranya. Meski harus berjalan sekitar 150 Km , Maria yang mulai mengandung Yesus  tetap berangkat dan mengunjungi Elisabet  yang sudah mengandung Yohanes .

Bunda Maria adalah teladan kita dalam hal berbagi dengan sesama. Setelah menerima janji berkat dan suka cita dari Allah, ia tidak menyimpannya bagi dirinya sendiri  tetapi ia membagikannya dengan orang lain agar mereka pun turut bersuka cita.  Bunda Maria berbagi dengan Elisabet  baik rasa bahagia maupun duka , Ia  selalu ingin berbagi dengan orang lain,.

Bunda Maria juga selalu berbagi waktu dengan sesamanya.  Ia  tidak memikirkan waktu bagi dirinya sendiri tetapi juga menyiapkan waktu bagi orang lain. Ia juga berbagi beban dengan orang lain. Ia  menyisihkan waktunya untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan. teladan dan sikap Bunda Maria hendaknya juga menjadi milik kita sebagai orang beri iman.

Sumber : Berjalan Bersama Sang Sabda 2013

 

Advertisements
%d bloggers like this: