Renungan harian 30 April 2013- ”Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Kamis, 30 Mei 2013
Pekan Biasa VIII (H)
St. Feliks I, Paus; Sta. Jeane d’Arc; St. Baptista Varani;
St. Ferdinandus dr Kastilia; B. Marta Wiecka
Bacaan I: Sir. 42:15–25
Mazmur: 33:2–3.4–5.6–7.8-9; R: 6a
Bacaan Injil: Mrk. 10:46–52

Tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: ”Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: ”Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan berkata: ”Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: ”Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: ”Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: ”Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Renungan
Bartimeus, si buta yang ingin mendapatkan kesembuhan dari Yesus, tidak kehilangan akal dan cara untuk bertemu dengan Yesus, juga tidak takut dan gentar ketika dimarahi para pengikut Yesus. Keinginannya yang kuat membuat dia bertekad bulat supaya bisa bertemu dengan Yesus. Maka, ia berteriak-teriak sekuat tenaga sampai Yesus mendengarnya. Usahanya tidak sia-sia karena Yesus menyuruh murid-Nya memanggil Bartimeus. Menanggapi panggilan Yesus itu, Bartimeus melepaskan jubahnya dan lari kepada Yesus. Sesampainya di depan Yesus, Yesus pun menanyakan apa yang diinginkan agar diperbuat-Nya.

Sikap Bartimeus itu mengajarkan kita supaya tidak kenal lelah, tidak takut dan gentar untuk bertemu Tuhan. Selain itu, ketika Tuhan memanggil hendaknya kita juga segera berlari menghadap-Nya dengan rendah hati. Usaha, permohonan, dan tanggapan atas panggilan Tuhan akhirnya membuahkan berkat yang luar biasa, yakni mata iman kita dibuka oleh Tuhan, sehingga kita mengetahui keindahan kebenaran dan karya keselamatan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengirimkan Bartimeus kepadaku untuk menjadi contoh dan teladan dalam berupaya bertemu dengan-Mu dan memperoleh kelimpahan berkat-Mu. Amin. Sumber: Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: