Renungan harian 14 Mei 2013-“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu”

Selasa, 14 Mei 2013
Pesta St. Matias, Rasul (M)
Novena Pentakosta 5
St. Mikhael Garicoits

Kis. 1:15-17,20-26;
Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8;
Yoh. 15:9-17

Bacaan Injil : Yoh. 15:9–17

”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukata kan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Renungan
Kristus telah melakukan segalanya untuk Gereja-Nya. Penyerahan diri sampai mati di kayu salib adalah pemberian diri Yesus yang paling besar dan total. Ia menegaskan cinta-Nya yang tak terhingga itu dengan suatu ungkapan yang sangat jelas dan tegas, ’tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya’. Selain itu, Yesus mengajarkan pada para murid bagaimana seharusnya mereka mencintai dan meng ungkapkannya secara nyata. Maka, Ia memberikan tanda pada para murid jika mereka benar-benar mencintai, yakni apa pun yang diperintahkan dan diminta Yesus, mereka lakukan dengan sukacita.

Kita sudah menerima cinta Yesus itu dengan menerima anugerah keselamatan berkat ke matian dan kebangkitan-Nya. Kini kita juga semestinya menunjukkan bahwa kita benar-benar mencintai Dia, yakni dengan cara melakukan apa yang diminta-Nya. Permintaan Kristus tidaklah sesuatu yang merugikan dan memberatkan kita, bukan pula demi keuntungan-Nya. Justru permintaan Kristus itu akan memberikan kebaikan dan sukacita kepada yang melakukannya, karena Ia minta supaya kita saling mengasihi.

Doa: Tuhan, ampunilah aku yang tidak jarang memandang dan menganggap perintah-Mu sebagai suatu tugas yang membebani. Berilah aku Roh cinta kasih-Mu agar aku ber kem bang dalam kebijaksanaan kasih Ilahi-Mu. Amin. Sumber: Ziarah Batin 2013
Sumber: Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: