Renungan harian 10 Mei 2013- “dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”

Jumat, 10 Mei 2013
Pekan PASKAH VI (P); Novena Pentakosta 1
St. Antonius dr Florence; St. Damianaus de Veuster;
St. Gordianus dan Epimakus

 

Kis. 18:9-18;
Mzm. 47:2-3,4-5,6-7;
Yoh. 16:20-23a

Bacaan Injil : Yoh. 16:20-23a

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.”

Renungan
Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat realistis. Seorang ibu akan mengalami kesakitan luar biasa ketika melahirkan anaknya, bahkan ia harus berjuang antara hidup dan mati. Tetapi, kesakitan yang dialaminya itu tidak dirasakannya sebagai kesengsaraan yang membebani hidupnya, justru sebaliknya, kesakitan yang membawa sukacita dan kegembiraan baginya dan bagi keluarganya. Sukacita itu akan semakin meluap ketika anak yang dikandungnya telah lahir di dunia ini.

Penggambaran Yesus akan sukacita dalam kesakitan fisik itu dialami pula oleh Paulus, Rasul Tuhan. Ia mengalami berbagai macam penderitaan fisik, dipenjara, diejek, diseret, dan sebagainya. Tetapi, ia tetap melakukan pewartaan akan Kristus kepada banyak bangsa. Tem pat yang dikunjungi bukanlah kota-kota yang menjanjikan penghiburan dan keuntungan, tetapi kota-kota yang ditunjuk dan dikehendaki Tuhan, termasuk Korintus, sebuah kota yang penduduknya tidak semuanya mudah dan baik-baik. Mengapa Paulus masih setia melaksanakan tugas kerasulannya? Bahkan, ia pantang menyerah. Karena ada sumber sukacita yang tak akan lekang di makan zaman, yaitu penyertaan Tuhan. Paulus sangat yakin akan penyertaan Tuhan, yang meneguhkan langkahnya dengan berkata, ”Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau…”
Kita juga tidak boleh takut untuk melanjutkan pewartaan dan kesaksian iman kita, karena Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman.

Doa: Terima kasih Tuhan atas janji-Mu yang akan menyertaiku selalu. Kuatkanlah hatiku, agar selalu percaya akan janji-Mu itu. Amin. Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: