renungan harian 2 Mei 2013- ” tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya”

Kamis, 2 Mei 2013
Pw St. Atanasius Agung, UskPujG. (P)
St. Boris; St. Sigismund
Bacaan I : Kis. 15:7–21
Mazmur : 96:1–2a.2b–3.10; R:lih.3
Bacaan Injil : Yoh. 15:9–11

”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”

Renungan
Kristus mendidik para murid-Nya tentang kasih Bapa yang tidak pernah ’tebang pilih’ dan me­merintahkan mereka untuk hidup dalam kasih seperti itu. Tujuan kasih itu adalah mencapai sukacita yang penuh—sempurna. Ajaran Kristus ini melekat erat dalam diri para Rasul, sehingga mereka pun bisa bersikap bijaksana dan objektif dalam mengambil keputusan. Rasul Petrus, yang membuat keputusan dalam pertemuan sidang di Yerusalem itu memperlihatkan buah didikan dan ajaran Kristus. Demikian pula dengan Yakobus, yang dengan tegas mengingatkan anggota Gereja Perdana agar tidak menimbulkan kesulitan bagi anggota-anggota baru, tetapi sebaliknya justru membantu mereka dapat hidup selaras dengan perintah Allah.

St. Atanasius—Uskup dan Pujangga Gereja—yang kita peringati hari ini, adalah salah satu pemimpin dan pengajar kebenaran iman bagi umat ketika mereka menghadapi ajaran Arianisme yang menyesatkan. Dengan tegas, ia mengajarkan iman kepada Tritunggal Mahakudus supaya umat tidak disesatkan oleh ajaran Arianisme itu. Dan memang iman Gereja tidak berhasil digoyahkan oleh ajaran sesat itu.

Pada zaman ini kita juga semakin sering menghadapi ideologi dan ’ajaran-ajaran’ yang mau menyesatkan iman dan merusak nilai serta rasa kemanusiaan kita. Maka, Gereja pada peringatan St. Atanasius, yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini, mengajak kita sekeluarga untuk merefleksikan kembali pendidikan dan pengajaran di rumah, gereja, dan lingkungan kita. Apakah pendidikan yang terjadi dalam keluarga kita selama ini membangun dan membentuk pribadi yang bijaksana dan penuh kasih, sehingga pada saatnya nanti muncul dari keluarga kita pribadi-pribadi yang mampu memimpin Gereja dan masyarakat dengan bijaksana, terutama ketika menghadapi dan mengatasi kesulitan dan kesesatan yang akan merusak kehidupan bersama.

Doa: Ya Bapa, Engkau telah mendidik aku dalam kebenaran-Mu melalui berbagai macam cara agar aku tidak tersesat sehingga mengalami keselamatan. Dalam rasa syukur, aku mohon kepada-Mu, jadikan aku seperti hamba-Mu Santo Atanasius, pembela kebenaran iman dalam kehidupan zaman ini. Amin.
Sumber : Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: